Sebutkan Pengaruh Psikotropika pada sistem Regulasi

Obat psikotrofika atau disebut juga zat-zat psikoaktif merupakan obat-obatan yang sering digunakan dalam dunia kedokteran, misalnya untuk meredakan penyakit atau rasa sait ditubuh, maupun untuk menghilangkan rasa sakit pasien dalam proses pembedahan.

Akan tetapi obat-obatan tersebut sering disalah gunakan karena efeknya dianggap dapat membuat jiwa lebih tenang dan nyaman, serta dapat memberi rasa nikmat (halusinasi), padahal obat-obat tersebut dapat mengganggu otak atau fikiran, tingkah laku, dan bagian tubuh lainnya. Selain itu, jika penyalah gunaan sering dilakukan dapat menyebabkan ketergantungan fisik yang lazim disebut ketagihan atau kecanduan (adiksi).

Berdasarkan pengaruhnya terhadap sistem saraf, obat psikoaktif di klasifikasikan menjadi empat golongan sebagai berikut.

  1. Depresan, merupakan obat penghambat fungsi neuron dalam sistem saraf. Contohnya barbiturat (pil tidur), opiat, morfin, metadon, kodein, opium, heroin, etanol, anastetik (eter, kloroform, dan sejumlah hidrokarbon lain), serta obat-obatan penenang seperti valium (diazepam).
  2. Stimulan, bersifat menstimulasi sistem saraf simpatetik, misalnya amfetamin, kasein, metamfetamin, dan deksedrin.
  3. Halusinogen, dapat mengakibatkan timbulnya perasaan khayalan (halusinasi) bagi si pemakai. Halusinogen meliputi LSD menyebabkan paranoia yang mengarah pada perilaku agresif, STP (mirip amfetamin), DMT, mesakolin (dari pohon kaktus peyote), psilosobin (dari jenis jamur), dan PCP (fenseklidin) suatu obat bius hewan.
  4. Euforia, dapat menyebabkan perasaan nyaman atau gembira. Contohnya mariyuana dan ganja ( menyebabkan orang mabuk dan kacau ).
Facebook Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *